Audiensi tersebut dihadiri oleh Ketua Umum PP ATPUSI Rachmawati,
M.P., Sekretaris Umum Agus Subagyo, S.I.Pust., serta didampingi Dewan Pembina ATPUSI
Muhammad Ihsanudin, M.Hum.
Dalam pertemuan tersebut, ATPUSI menyampaikan perkembangan
organisasi sejak berdiri hingga saat ini. Ketua Umum ATPUSI, Rahmawati, M.P.,
menjelaskan bahwa pembentukan ATPUSI pada tahun 2009 merupakan tindak lanjut
dari diterbitkannya Permendiknas Nomor 25 Tahun 2008 tentang Standar Kompetensi
Tenaga Perpustakaan Sekolah/Madrasah.
Sejak awal berdiri, ATPUSI berfokus pada penguatan
kompetensi tenaga perpustakaan sekolah melalui berbagai program pengembangan
profesional, pelatihan, seminar, serta jejaring kolaborasi nasional maupun
internasional.
ATPUSI juga menyampaikan bahwa organisasi aktif menjalin
hubungan dengan komunitas dan asosiasi perpustakaan sekolah internasional guna
mengikuti perkembangan isu dan praktik perpustakaan sekolah di tingkat global.
Salah satunya melalui partisipasi dalam konferensi yang diselenggarakan oleh International
Association of School Librarianship.
Pengalaman tersebut kemudian diadaptasi oleh ATPUSI melalui
penyelenggaraan Konferensi Perpustakaan Sekolah Indonesia (KPSI) yang
dilaksanakan setiap dua tahun sekali sebagai ruang berbagi praktik baik,
pengembangan kompetensi, dan penguatan jejaring tenaga perpustakaan sekolah di
Indonesia.
Dalam audiensi tersebut, ATPUSI juga menyampaikan rencana
penyelenggaraan KPSI VI Tahun 2026 yang akan dilaksanakan di Universitas YARSI, Jakarta pada tanggal 3–5 September 2026.
Kegiatan konferensi tersebut direncanakan menghadirkan
keynote speaker, akademisi, praktisi, dan para ahli dalam bidang perpustakaan,
literasi, teknologi, serta pendidikan. Selain seminar utama, rangkaian kegiatan
juga akan mencakup workshop, presentasi makalah praktik baik, dan hasil kajian
ilmiah terkait pengembangan perpustakaan sekolah.
Pada kesempatan tersebut, ATPUSI turut menyerahkan prosiding
hasil penyelenggaraan KPSI sebelumnya sebagai bentuk dokumentasi kontribusi
tenaga perpustakaan sekolah dalam pengembangan literasi dan pendidikan di
Indonesia.
Melalui audiensi ini, ATPUSI berharap sinergi antara
organisasi profesi dan pemerintah dapat terus diperkuat dalam mendukung
peningkatan kompetensi tenaga perpustakaan sekolah serta penguatan budaya
literasi di lingkungan pendidikan Indonesia.
.jpg)

