Ketua Umum PP ATPUSI, Rachmawati,
S.Sos., M.P., menyampaikan bahwa KPSI VI menjadi ruang strategis bagi
pustakawan sekolah untuk memperkuat kompetensi, memperluas jejaring
profesional, serta berbagi inovasi dalam pengelolaan perpustakaan sekolah yang
adaptif terhadap perkembangan zaman.
"Perpustakaan sekolah
memiliki peran penting sebagai pusat literasi dan sumber belajar. Melalui KPSI
VI, kami ingin menghadirkan ruang kolaborasi yang mempertemukan pustakawan,
guru, kepala sekolah, akademisi, peneliti, mahasiswa, dan pemerhati pendidikan
untuk bersama-sama merumuskan praktik terbaik dalam membangun perpustakaan
sekolah masa depan," ujar Rachmawati.
Selama tiga hari penyelenggaraan, peserta akan mengikuti berbagai agenda ilmiah dan pengembangan profesi, meliputi:
- Plenary Session (Seminar Nasional) bersama para narasumber nasional yang membahas kebijakan, tren, dan inovasi perpustakaan sekolah.
- Forum Riset dan Praktik Baik (Call for Papers) sebagai wadah presentasi hasil penelitian maupun praktik inovatif yang telah diterapkan di perpustakaan sekolah.
- Workshop Pengembangan Kompetensi Pustakawan, yang menghadirkan materi aplikatif mengenai transformasi layanan perpustakaan, pemanfaatan Artificial Intelligence, personal branding pustakawan, hingga praktik baik pengelolaan perpustakaan sekolah.
Salah satu agenda utama adalah Keynote
Speech yang akan disampaikan oleh Dr. Iwan Junaedi, S.Si., M.Pd., Direktur
KPSTK Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dengan topik "Kebijakan
Transformasi Perpustakaan Sekolah di Era AI dan Pembelajaran Mendalam",
yang diharapkan memberikan arah kebijakan sekaligus perspektif nasional
mengenai penguatan peran perpustakaan sekolah di era digital.
Selain seminar dan workshop, PP
ATPUSI juga mengundang pustakawan sekolah, guru, tenaga kependidikan, dosen,
mahasiswa, serta praktisi pendidikan untuk mengirimkan karya terbaiknya melalui
Call for Papers. Artikel hasil penelitian maupun praktik baik di bidang
perpustakaan sekolah dan literasi akan dipresentasikan dalam Forum Riset
sebagai ruang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan inovasi yang dapat
direplikasi di berbagai daerah.
Pada kesempatan yang sama, akan
dilaksanakan Kongres ATPUSI 2026 sebagai forum tertinggi organisasi. Kongres
ini menjadi momentum penting karena menandai berakhirnya masa bakti Pengurus
Pusat ATPUSI periode 2022-2026, sekaligus menjadi wadah evaluasi program kerja,
penyusunan arah kebijakan organisasi, serta pemilihan kepengurusan untuk
periode berikutnya. Kongres diharapkan mampu memperkuat tata kelola organisasi
dan meningkatkan kontribusi ATPUSI dalam pengembangan perpustakaan sekolah di
Indonesia.
PP ATPUSI mengajak seluruh insan
perpustakaan sekolah dan pemangku kepentingan pendidikan untuk menjadi bagian
dari KPSI VI dan Kongres 2026. Melalui forum ini, peserta tidak hanya
memperoleh wawasan baru, tetapi juga kesempatan membangun jejaring, berbagi
praktik baik, serta berkontribusi dalam pengembangan perpustakaan sekolah yang
inovatif, kolaboratif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Informasi pendaftaran KPSI 2026 dan Call
for Papers dapat diakses melalui kanal resmi PP ATPUSI.
.jpg)
